REEL STELLA DAN SHIMANO

Senin, 28 Maret 2011
0 komentar

REEL STELLA SW 20000 PG

Specification :
  • Paladin Gear Durability Enhancement with Low Wear Rate Pinion Gear
  • Propulsion Line Management System: Propulsion Spool Lip, SR One-Piece Bail Wire, Power Roller IV Oversized Roller with Overflange for the Ultimate in Line Protection, Redesigned Bail Trip, S-Arm Cam
  • Aero Wrap II Oscillation
  • Cold Forged Aluminum Spool: Proprietary Coating on Spool Lip is harder than a Ti coated Stainless Steel Spool Lip, Ceramic Coating on entire spool for extreme corrosion resistance
  • Diamond-Like Carbon (DLC) Coating on Line Roller
  • SW Concept: Sw-Water Resistant Body, SW-Hyper Disk Drag (Twin Disk on 18000 & 20000 sizes), SW-Assist Stopper (except 5000 size), SW-Water Proof Drag, SW-Lightweight Ergonomic Handle Grips prevent p
  • SR Concept: SR-Balanced Body, SR-Slider, SR-3BB Oscillation, SR-Handle, SR-3-D Gear Design, SR-Floating Shaft, SR-Rigid Support System
  • S Concept: S-Rotor, S-Guard, S-Shield Roller Clutch, S-Arm Cam
  • S A-RB Bearings (Shielded A-RB)
  • Twin Bearing Drag
  • Super Stopper II
  • Stopperless Design (No Anti-Reverse Switch)
  • Septon Handle Grip
  • Direct Drive Mechanism (Thread-In Handle Attachment)
  • Fluidrive II
  • Maintenance Port
  • Aluminum Frame, Sideplate & Rotor
  • Dyna-Balance
  • Manual Bail Trip (18000 & 20000 only)
  • Rated for use with Mono, Fluorocarbon and PowerPro lines
 REEL SHIMANO ULTEGRA XT 14000


Specification :

  • Line Capacity: XT14000 12lb-545m.
  • Gear Ratio: 4.3 to 1
  • Weight: XT14000 690grm
Baca selengkapnya »

TEKNIK CASTING LURE POPPER

0 komentar


Lure Casting

Lure Casting popper adalah salah satu teknik sport fishing yang mulai populer di Indonesia belakangan ini. Popping adalah salah satu variasi dari teknik Lure Casting yang mana menggunakan popper atau lure sebagai umpannya, makanya teknik ini disebut Casting popper / popping.

Teknik ini sangat disukai karena bisa menimbulkan sensasi yang sangat dahsyat ketika Lure disambar oleh ikan predator. Saat kita mulai lempar Lure ke arah spot / target, lalu kita mulai menggulung reel dan tiba – tiba lure kita disambar ikan wo.. wo… fish on!! Sensasi ini yang sangat membuat kita merasa dahsyat. Biasanya para maniak popping mengejar 2 target ikan besar dengan teknik ini yaitu Yellow Fin Tuna/Jabrik/Tuna Sirip Kuning/ balang kuning dan Giant Trevally/Kuwe gerong/Bubara Nanuran. Namun tidak menutup kemungkinan popper anda juga akan disambar sama ikan lain seperti Dogtooth tuna, Tenggiri, Wahoo, Kerapu, Reb Bass/Tinggara, Lemadang, Bonito,dll.

1. Reel:

popping Reel yang dipergunakan yang disarankan adalah reel dengan gear ratio tinggi seperti 5,7:1, 5,8:1, dan 6:1. Reel dengan gear ratio rendah seperti 5:1, 4,9:1, 4,8:1 juga bisa digunakan bila budget anda terbatas. Reel dengan gear ratio rendah bisa dipergunakan untuk popper jenis chugger namun bila untuk popper jenis pensil, swimbait butuh ekstra kerja. Size reel yang disaranakan berbeda-beda untuk popping GT’s dan tuna.
Untuk Tuna, kebanyakan menggunakan reel yang bisa memuat tali sepanjang 300-400 meter dengan uk line 40 lbs udah cukup, dan drag maksimum 9 kg udah cukup memadai, berbeda dengan Set popping untuk GT, dimana kita perlu Lure Casting reel dengan maksimum dragnya lebih dari 15 kg, karena medan untuk GT biasanya berada dekat dengan bebatuan jadi kita harus menggunakan drag tinggi supaya bisa memaksa tuh GT untuk tidak lari ke arah bebatuan/karang. Tali pada set popping GT biasanya sepanjang 160-200 mter dengan rating pe 6 – pe 10.

2. Joran/Rod :

Joran Lure Casting popping yang digunakan biasanya berkisar dari 7-9 feet, alias 2,1-3,6 meter. Makin Panjang joran, makin jauh jarak lontar popper. Makin pendek joran makin kuat daya angkatnya. Selain itu biasanya pada joran Lure Casting popping tercantum line rating, max drag/drag maksimum yang dapat diterapkan pada joran, max lure weight/berat maksimal lure serta rating dari joran itu(M,H, MH, H,XH dll).
Selain itu backbone dari joran juga sangat berpengaruh dalam fight dengan ikan, joran yang lentur./parabolic tidak terlalu membuat pemancing capek, namun waktu fight akan bertambah lama. Sebaliknya joran yang keras akan lebih menguras tenaga pemancing namun waktu fight akan lebih singkat.
Ujung dari joran juga sangat berpengaruh dari jenis lure yang digunakan, tip yang lentur cocok digunakan pada lure swimbait seperti adhek popper tipe goby ,heru lure wahoo dll, sedangkan tip yang kaku cocok digunakan untuk popper jenis chugger.
Jadi sebelum anda membeli Lure Casting joran popping, anda harus mengetahui dulu karakter mancing anda seperti apa supaya tidak menyesal membeli joran itu di kemudian hari. Sebab joran cocok buat orang lain belum tentu cocok buat anda.
Joran Lure Casting biasanya berupa joran 2 pieces. Saya hampir jarang menemui joran popping yang 1 pieces. Mengapa 2 pieces, karena joran 2 pieces lebih mudah dibawa traveling ketika akan bepergian ke tempat mancing yang agak jauh baik itu lewat darat,laut maupun udara.

3. Lure

Lure Casting yang digunakan disini terbagi atas dua yakni popper dan swimbait. Seperti yang sudah saya sebutkan diatas contoh lurenya. Nanti kalo ada waktu saya foto dan muat gambarnya lure tersebut. Saya pribadi lebih menyukai popper chugger. Karena lebih santai dalam memainkannya dibanding swimbait atau popper pensil.

4. Line/Tali
Line untuk Lure Casting khusus untuk popping yang digunakan biasanya berupa braided line dengan rating 40 lbs – 100 lbs, leader yang digunakan biasa berukuran 120 lbs sampai dengan 200 lbs. Lebih baik menggunakan leader biasa daripada florocarbon, karena lebih gampang membuat ikatan dengan tali braided dibandingkan fluoro. Pengisian Tali+leader pada spool diusahakan jangan sampai melewati lip pada spool karena apabila sampai penuh maka akan tali akan mudah kusut.

http://juallure.blogspot.com/2009/10/pengenalan-singkat-tentang-teknik.html
Baca selengkapnya »

Pengalaman Memancing di Waduk Ber-enceng gondok

0 komentar


Hari itu hari minggu, Pagi itu kami  ber lima memutuskan untuk memancing di waduk Selorejo Ngantang Malang setelah kami rapatkan dengan semua teman – teman..( ceile.. ). Dengan semangat 45 kami mengepak peralatan pancing yang sudah kami siapkan sehari sebelumnya. Kami buat rangkaian 3 – 4 mata pancing yang kami buat khusus untuk memancing dengan umpan alami lumut. 3 batang joran stik 3,6 M Maguro sudah kami siapkan termasuk dengan senar sepanjang jorannya supaya memudahkan  kami saat memancing. Setelah semuanya siap, jam 5 pagi kami berangkat. Jarak kota Malang ke Selorejo kurang lebih 1,5 jam..dengan tak menghiraukan dinginnya pagi kami berangkat.
Sesampainya di Pujon kami berhenti sejenak untuk membeli lumut, kami membelinya sejumlah 5000 rupiah, cukup untuk persediaan sampai sore. Sekaligus membeli nasi bungkus untuk bekal di pinggir danau nanti. Setelah Semua siap untuk memancing hari ini kami langsung cabut ke tujuan. Sesampainya di Ngantang masih cukup pagi sekitar jam 7. sudah ada beberapa pemancing lain yang mengambil “hot spot”  di sana…kami mencari tempat yang tidak banyak ombaknya…bagi kami riak air di danau kami sebut ombak. Kami mencari yang tidak banyak gerakan airnya…sehingga pandangan bisa lebih fokus ke pelampung. Ternyata tempat favorit kami sudah ditempati orang…ahh sedihnya. Salah satu teman kami namanya toyik dia menyarankan untuk memancing di tengah – tengah enceng gondok…wah…ternyata idenya cukup brilian hari itu..mancing waduk
Tumpukan enceng gondok kami bersihkan hari itu kami buat lubang di tengah – tengahnya dan kemudian mulailah kami memancing. Memang kami mendapatkan lumayan banyak..tapi hari itu kami tidak mendapatkan ikan yang cukup besar, kebanyakan ikan yang kami dapatkan masih kecil, namun lumayanlah untuk menyenangkan hati pemancing – pemancing lokal ini. He3…
Tips Memancing di Enceng Gondok
Berakit – rakit dahulu bersenang senang kemudian mungkin tepat diungkapkan untuk cara memancing yang satu ini. Bersakit sakit artinya anda harus membersihkan tumpukan enceng gondok yang lumayan lebat untuk mendapatkan sedikit ruang di sana, banyak cara di lakukan memakai bamboo panjang adalah salah satunya dengan mendorong enceng gondok ke sisi – sisi lain, Kalau tidak dalam airnnya,  bahkan teman kami pun harus nyemplung atau turun ke air untuk membersihkannya dulu, dan memasang kayu atau bamboo untuk penahan supaya enceng gondok tidak sampai bergeser kembali ke tempat semula karena terkena angin.
Bersenang senang kemudian karena lokasi memancing di tengah enceng gondok memang relatif sepi ombak, airnya tenang tidak terlalu bergoyang sehingga jika umpan terkena oleh ikan pelampung akan kelihatan sekali pergerakannya, bandingkan dengan memancing di danau yang selalu bergerak airnya..tentunya akan lebih sulit to? Yang kedua adalah banyaknya ikan, enceng gondok dipakai oleh ikan ikan besar, atau indukan untuk meletakkan telur dan menjaga anaknya jika sudah menetas. Enceng gondok adalah habitat yang tepat bagi ikan untuk berlindung. Dan  anggaplah itu adalah rumahnya ikan, Kita memancing pas di rumahnya. jadi kemungkinan kita akan mendapatkan ikan yang ukurannya besar disana, siapa tahu…
Meski memancing di danau ber -enceng gondok menyenangkan, kesulitannya pun juga banyak. Yang paling umum adalah mata kail kita tersangkut ke tumpukan tanaman itu, wah berabe,… mau ditarik langsung takut putus talinya, mau diipinggirkan juga sulit nah gimana dong? Kami akhirnya membuat cara yang ampuh…jangkar…ya, kami membuat jangkar seperti garukan tanah, yang kami hubungkan dengan tali dari tampar. Dengan kekuatan jangkar tersebut maka tumpukan enceng gondoknya kami langsung tarik ke pinggir aja, dan kami ambil pancingnya. Tapi secara keseluruhan memancing di enceng gondok memang menyenangkan. Mau?…

http://pemancing.com/tag/umpan-mancing-di-waduk
Baca selengkapnya »

KALI CODE YOGYAKARTA

Jumat, 25 Maret 2011
0 komentar


Salam hangat Mancing Mania..

Posting mancing mania kali ini menceritakan salah satu spot mancing yang lagi ramai diceritakan oleh para mancing mania di Jogja yaitu Kali Code, Yogyakarta.

 Gambar 1. Kali code Yogyakarta

Mungkin sebagian besar para mancing mania di Jogja sudah tidak asing lagi dengan Kali Code, karena kali (sungai) ini sampai melewati kota Yogyakarta. Dan juga nama sungai ini pernah dibuat menjadi sebuah judul film Indonesia. 

Kali (river) ini adalah merupakan salah satu sungai yang cocok untuk menangkap ikan terutama memancing, karena letaknya yang tidak jauh dari kota jogja dan juga ikan yang ada cukup banyak. Ikan yang ada pun bermacam-macam, seperti ikan lele, bawal, gurame, keting, melem, kepek, dan juga ikan yang paling disukai dari sensasi tarikannya yaitu ikan hampala.

Dari sepanjang kali ini banyak sekali spot mancing yang menjadi andalan para mancing mania. Salah satu spot mancing yang menjadi andalan para mancing mania terletak di belakang RS. Sardjito yogyakarta. Karena di spot ini memiliki lubuk yang cukup dalam dan arus yang sedang, dan juga tempat yang sejuk karena dilindungi oleh pohon-pohon yang besar. Jalan masuk untuk menuju spot mancing ini bisa dari jembatan teknik UGM yang menghubungkan Teknik UGM dengan jalan A.M sangaji (Monjali). Dan juga bisa dari jalan Sendowo.
Di kali ini beragam cara memancing yang dipakai oleh para mancing mania, yaitu teknik memancing dasar, teknik mengikuti arus dengan joran tegek, dan juga teknik casting.

Gambar 2. Spot mancing

Tetapi salah satu kekurangannya adalah pernah dijumpai menangkap ikan dengan cara yang bertolak belakang dengan teknik mancing mania, yaitu dengan teknik menembak, menjaring, serta menyetrum dengan listrik. 

Pinggiran dari kali juga terdapat beberapa kolam ikan yang dipelihara untuk melestarikan ikan air tawar oleh warga setempat. Tetapi beberapa hari belakangan ini telah terjadi hancurnya beberapa kolam ikan tersebut, dikarenakan kota jogja memasuki musim hujan sehingga air naik. 


Semoga info spot mancing kali code ini bermanfaat untuk para mancing mania.
Salam mancing mania..
http://asnulmancing.blogspot.com/search/label/Spot%20Mancing
Baca selengkapnya »

TAMBAK BOYO (EMBUNG), YOGYAKARTA

0 komentar


Salam hangat mancing mania...

Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai salah satu spot mancing yang cukup dikenal para mancing mania khususnya di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Mungkin para mancing mania di luar Yogyakarta juga sudah mengetahui salah satu spot mancing di Yogyakarta ini yaitu Tambak Boyo atau disebut juga Embung. Ketenaran dari waduk ini mungkin disebabkan oleh karena waduk ini merupakan salah satu waduk yang cukup luas yaitu kurang lebih 8 Ha untuk luas genangan airnya. Dan juga merupakan waduk yang memiliki suasana yang nyaman dan sejuk karena terletak dekat dengan pegunungan. Oleh karena itu pemerintah setempat sangat serius untuk melestarikan waduk ini sejak tahun 2003.

 Gambar 1. Waduk Tambak Boyo

Waduk Tambak boyo ini terletak di Dusun Tambak Boyo, Sleman-Yogyakarta. Salah satu keistimewaan dari waduk ini yaitu terletak tidak jauh dari kota Yogyakarta dan berdekatan dengan Perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Dan juga akses untuk menuju ke waduk ini tidak sulit, dari kota Yogya dapat berjalan melalui Ringroad Utara menuju ke timur, dan sampai di perempatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Yogyakarta belok ke arah utara melewati Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Jalan yang tesedia di tepi waduk ini pun cukup luas dan bagus, yaitu terbuat dari conblock yang bisa dilewati oleh 2 mobil. Setiap hari waduk ini diramaikan oleh pengunjung yang memiliki berbagai aktifitas seperti memancing, berolah raga, ngumpul bersama teman-teman, hingga ada juga sebagai tempat untuk berfoto. para pengunjung cukup betah untuk berada di waduk ini. Karena waduk ini juga terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman ringan.

Gambar 2. Jalan tepi Tambak Boyo

Untuk para mancing mania, salah satu keistimewaan dari waduk ini yaitu merupakan salah satu spot yang bagus buat mendapatkan berbagai jenis ikan air tawar (freshwater). Di waduk Tambak boyo ini memiliki banyak jenis ikan yang hidup, seperti ikan nila, ikan lele, ikan gabus, ikan bawal air tawar, ikan redslayer, ikan sidat, lobster tawar, dll. Tetapi di waduk ini lebih dominan ikan nila. Karena pemerintah setempat banyak menyebar benih ikan nila dan juga di beberapa bagian banyak terdapat lumut alami yang merupakan pakan utama dari ikan nila.

Kegiatan memancing di waduk ini hampir setiap hari dilakukan oleh para mancing mania dari segala asal daerah. Khususnya warga Yogyakarta dan sekitarnya. Dan juga hampir setiap waktu aktifitas memancing dilakukan di tempat ini, waktu yang cukup ramai untuk memancing dilakukan pagi (antara jam 05.00 - 10.00 WIB), sore (antara jam 15.00 - 18.00 WIB)dan malam hari (jam 20.00 - 01.00 WIB). Rata-rata para mancing mania sudah memilki waktu favoritnya masing-masing.

Para mancing mania yang memancing di waduk ini memiliki beragam teknik memancing yang dipakai. Yaitu teknik dasar dengan menggunakan umpan cacing, dengan pelampung menggunakan pelet, dan juga menggunakan joran tegek dengan umpan lumut. Tergantung dari target ikan yang diinginkan. Biasanya bila ingin mendapatkan ikan nila yang besar, para mancing mania menggunakan teknik dasaran dengan umpan cacing, pelet maupun lumut. Dan ada juga menggunakan joran tegek biasanya dipakai untuk mendapatkan ikan nila yang lebih kecil menggunakan lumut.

Tiga bulan terakhir ini sering terlihat kekecewaan dari raut wajah para mancing mania, karena susahnya untuk mendapatkan ikan di waduk ini. Mungkin disebabkan perubahan cuaca yang terjadi 3 bulan terakhir yang ekstrim di Yogyakarta. Sehingga perubahan tersebut membuat ikan tidak mau makan. Warga setempat memiliki pendapat bahwa perubahan musim ini menyebabkan ikan jadi tidak mau makan dan juga banyak para mancing mania yang menggunakan teknik mencekrik untuk mendapatkan ikan. Dalam hal ini disebabkan oleh karena trauma yang terjadi pada ikan. Padahal pemerintah setempat telah memberikan larangan untuk memancing dengan menggunakan teknik mencekrik, ngebom, dan juga menyeterum dengan listrik. Tetapi pada saat ini sudah kembali normal. Ditandai dengan banyaknya para mancing mania mendapatkan ikan nila yang cukup besar dengan menggunakan teknik memancing yang normal. Salah satunya yaitu penulis mendapatkan ikan nila yang besar. Kembali normalnya kondisi ini disambut dengan seruan oleh para mancing mania yaitu "Embung is Back". 

Gambar 3. Strike Nila 

Gambar 4. Ikan Nila besar

Memancing ikan nila di waduk ini memilki beberapa keaneka ragaman teknik yang digunakan, salah satunya bermain di dasar dengan menggunakan cacing dan pelet, serta dengan umpan lumut. Cacing yang digunakan oleh para mancing mania di waduk ini adalah cacing unthel (ungker) dan phosphor.

Ada salah satu keunikan dari pemancing yang memancing di waduk Tambak Boyo ini yaitu, rata-rata satu orang pemancing menggunakan joran pancing yang banyak 2 sampai 5 joran yang semuanya digunakan bersamaan. Dan juga komunikasi dan kekeluargaan para pemancing sangat akrab. Apalagi pada saat salah seorang pemancing mendapatkan ikan, maka dari segala penjuru pasti memperhatikannya dan berseru.

 Gambar 5. Pemancing Tambak Boyo

Sebagai spot memancing di waduk Tambak boyo ini memiliki spot-spot khusus, yaitu spot memancing dengan menggunakan lumut (di bagian barat) dan spot memancing dengan menggunakan cacing (di bagian timur). Terpisahnya spot memancing ini tejadi karena keyakinan para mancing mania akan hal spot ikan yang mau makan lumut dan ikan yang mau makan cacing. 

 Gambar 6. Spot mancing di Tambak Boyo

Bagaimana para mancing mania, tertarik untuk mencoba spot mancing di Waduk Tambak Boyo Yogyakarta dengan sensasi strike ikan nila besarnya?

Salam hangat mancing mania...
Baca selengkapnya »

SUNGAI BOGOWONTO

0 komentar

Salam hangat mancing mania...
Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan perjalanan memancing di salah satu sungai yang terletak di Purworejo Jawa Tengah.

Berawal dari keinginan atau hobi memancing, sehingga kesempatan liburan pun tidak dibuat sia-sia, kami para mancing mania memilih lokasi memancing di salah satu sungai di Purworejo. Tepatnya di sungai Bogowonto.

Sungai Bogowonto (Bogowonto River) merupakan salah satu sungai yang cukup besar yang berada di Desa Jogoboyo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Para pemancing mania yang berdomisili di Jawa Tengah mungkin sudah tidak asing mendengar sungai ini. Karena sungai ini merupakan salah satu sungai favorit para mancing mania Jawa tengah. Karena sungai ini sangat dekat dengan ujung awal Pantai Congot (Muara) yang memiliki kemungkinan besar sebagai sarangnya ikan-ikan air tawar yang besar dan yang jarang ditemukan di sungai-sungai lain.


Akses jalan menuju sungai ini sangat lancar dan seluruhnya melewati jalan aspal. Petunjuk jalan juga tersedia untuk orang yang belum tahu jalan menuju ke sungai ini. Dari kota Yogyakarta menuju ke spot mancing sungai Bogowonto ini memiliki jarak tempuh sekitar 44 km.

Menurut warga sekitar dan obrolan para mancing mania sungai ini memiliki ikan-ikan seperti ikan Kakap putih (Lates Calcarifer), Sidat (Eel Fish), ikan keting (mystus Nigriceps), Bawal, ikan Palung (Hampala), dll. Diantara jenis ikan tersebut ikan kakap putihlah yang menjadi sasaran para mancing mania bila memilih spot mancing di sungai ini. 

Gambar 2. Ikan Keting (Mystus Nigriceps)

Karena memiliki ukuran yang besar, sungai ini memiliki banyak spot-spot untuk memancing. Yaitu di Jembatan dan sepanjang pinggiran sungai. Di sepanjang pinggiran sungai merupakan spot memancing yang pas karena terdapat batu-batu besar yang memungkinkan pemancing untuk duduk di pinggiran sungai. Sementara di jembatan memiliki resiko yang berbahaya karena berhubungan langsung dengan jalan raya. Akan tetapi tidak sedikit yang memilih untuk memancing di jembatan tersebut. Dalam hal ini kemungkinan untuk mendapatkan lemparan pancing ke tengah sungai. Memang bila memancing dipinggiran dengan piranti pemberat yang tidak cukup besar maka akan terbawa arus menepi ke pinggiran sungai kembali.  Arus sungai ini cukup besar, sehingga sangat dibutuhkan piranti pemberat yang cukup besar. Dan menggunakan teknik memancing dasaran.

Gambar 3. Fishing Spot at Bogowonto River

Perlengkapan yang harus disiapkan untuk memancing di sungai ini yang pasti adalah perlengakapan memancing freshwater lengkap, dan juga sangat dibutuhkan penerangan bila memancing pada malam hari, karena bila malam sumber penerangan di daerah ini agak kurang. Oleh karena itu senter kepala maupun senter duduk sangat diperlukan. Akan tetapi menurut pengalaman di daerah ini bila malam cukup aman dari segala gangguan.

Bagaimana para mancing mania tertarik untuk merasakan sensasi memancing di sungai ini? Titik Koordinat sungai ini adalah 7⁰53’01.04" Lintang Selatan dan 110⁰02’07.27" Bujur Timur
 Gambar 4. Peta Jogja ke Sungai Bogowonto

 Gambar 5. Peta spot memancing di Sungai Bogowonto
Selamat mencoba...
Salam Mancing Mania..
Baca selengkapnya »

Joran

0 komentar




Stik atau Joran yang biasa para mancing mania menyebutnya merupakan suatu alat yang digunakan sebagai pelengkap untuk memancing ikan. Karena joran merupakan tempat katrol senar atau yang disebut juga Reel dan sebagai alat pelontar pancing. Hal ini untuk memudahkan pemancing untuk memancing ikan.
Joran ini terdiri dari beberapa bagian yang berfungsi untuk memudahkan untuk memancing. Bagian tersebut terdiri dari:
  • Tip   : ujung dari joran
  • Winding : lilitan benang, untuk mengikat ring pada senar. lilitan ini biasa digunakan benang yang difiksasi dengan resin.
  • Ring : menyerupai cincin yang memiliki besar yang berbeda-beda. ring ini menempel pada batang joran.
  • Butt : bagian ujung bawah joran yang dipegang, dan juga sebagai tempat dudukan reel.
  • Reel seat : tempat dudukan reel, yang dapat dikunci.
  • Ferrule : bagian ini hanya ada pada joran yang terbagi menjadi dua atau lebih, yang berfungsi sebagai sambungan joran.
Joran juga memiliki bermacam-macam bahan yang digunakan untuk membuat. Akhir-akhir ini  bahan untuk membuat joran dipilih untuk tujuan yang berbeda-beda. Seperti :
  • Fiberglass : bahan ini merupakan bahan yang memiliki daya lentur yang sangat kuat, tetapi bahan ini juga memiliki kekurangan bagi pemancing yaitu cukup berat.
  • Graphite : bahan ini merupakan bahan yang memiliki daya lentur yang kecil (kaku), tetapi para mancing mania menyukai bahan ini karena ringan dan lebih sensitif bila dimakan ikan.
  • Komposit : beberapa tahun ini para produsen joran tidak mengenal lelah dalam menciptakan suatu joran yang memiliki daya lentur yang cukup tinggi dan ringan. Bahan ini merupakan bahan campuran dari bahan fiber dan graphite. Bahan ini mempunyai kekuatan dan kelebihan yang lebih besar daripada graphite dan fiberglass. Memiliki daya lentur yang besar, ringan, dn sensitif.
Joran untuk memancing pun memiliki jenis yang berbeda-beda, yaitu :
  • Joran antena (Telescophic) : joran jenis ini merupakan joran yang dapat disambung seperti antena, ujung atas bagian tip top nya merupakan bahan yang penuh (tidak kosong), sementara bagaian lainnya kosong. Joran jenis ini biasa dipilih karena kemudahn untuk dibawa kemana-mana.

  • Surf casting : joran jenis ini seperti joran antena biasa. Keunggulannya joran ini adalah panjangnya yang hampir 5 meter atau lebih. Joran ini biasa digunakan untuk memancing dipinggiran karang ataupun memancing pasiran.

  • Ice fishing rod : joran ini biasa digunakan untuk memancing di es. Joran ini pendek, karena untuk memudahkan dalam memancing di es. Tetapi di indonesia kadang-kadang joran ini juga digunakan untuk memancing dikolam maupun di danau.

  • Fly Fishing Rod : joran jenis ini digunakan untuk umpan ringan yang membutuhkan jarak yang jauh. Joran jenis ini memiliki kelenturan yang tinggi, dan dapat memempuh jarak yang jauh.

  • Trolling Rod : joran jenis ini khusus digunakan untuk memancing trolling. memancing jenis ini biasa digunakan untuk memancing di laut, dengan cara menyeret umpan dari kapal yang bergerak pada kecepatan tertentu.

  • Bait casting Rod : joran jenis ini biasa digunakan untuk teknik casting. karena dapat menjangkau tempat-tempat tertentu dengan akurat.

  • Spinning Rod : joran ini digunakan untuk memancing jenis casting yang membutuhkan jarak yang cukup jauh.

  • Popping Rod : joran jenis ini digunakan untuk memancing jenis popping.

  • Jigging Rod : joran jenis ini digunakan untuk memancing jenis jigging. Joran ini berfungsi untuk menahan berat dari lure dan juga memiliki daya tarik yang cepat.

  • Joran tegek : joran jenis ini hanya memiliki ring di ujung. joran jenis ini memiliki panjang antara 3 meter atau lebih. Joran ini juga seperti joran antena. Tetapi joran ini hanya memiliki satu ring di ujung joran ataupun berupa benang, untuk mengkaitkan senar.

  • Joran bambu : joran jenis ini disebut-sebut berasal dari kota jogja, karena joran jenis ini sudah bertahun-tahun ditemukan di Jogja sampai sekarang. Joran jenis ini merupakan sambungan yang kuat antara joran dengan batang bambu muda pilihan sebagai tempat pegangan. Joran jenis ini tidak menggunakan reel, hanya menggunakan tarikan dengan tangan bila mendapatkan ikan. Pendapat dari penikmat mancing dengan jenis joran ini adalah joran ini sensasi pada saat ditarik oleh ikan lebih mantap. Joran bambu ini biasa digunakan untuk memancing di kolam maupun di sungai. 


 
Baca selengkapnya »
0 komentar
Salam Hangat Mancing Mania...
Sebelumnya marilah kita sejenak mendoakan para korban tsunami di Mentawai dan korban letusan gunung merapi di Yogyakarta, agar mereka di tempatkan di sisi Allah SWT, karena diterima pahala dan ibadahnya. Dan juga para keluarga ataupun para pengungsi diberi ketabahan dalam menjalani bencana alam ini dan agar selalu meningkatkan amal ibadahnya.

Pada posting kali ini, saya mengangkat tema alat bantu untuk memancing. Yaitu alat penerangan pada malam hari maupun pada keadaan gelap yang disebut Senter (FlashLight).

Pada kegiatan memancing, keadaan atau daerah yang gelap merupakan suatu kendala. Yaitu kendala dalam memasang komponen - komponen alat pancing, memasang umpan, menjelajahi medan, mencabut ikan yang didapat, dan membantu dalam menentukan posisi pancing yang kita lempar. Terang saja alat yang satu ini sangat dibutuhkan dalam kegiatan memancing pada daerah yang gelap khususnya pada saat malam hari.

Pada saat sekarang ini beragam senter yang tersedia di pasaran ada yang digenggam dan ada yang melekat di kepala. Dan juga ada yang menggunakan jenis lampu pijar biasa dan ada yang menggunakan lampu jenis LED. Semua jenis itu tergantung dari pemancing membutuhkannya.

Gambar 1. Aneka ragam senter (Flashlight)

Senter yang menggunakan lampu pijar sudah sejak lama ada. Lampu pijar ini merupakan hasil dari penyaluran arus listrik melalui sebuah filamen yang kemudian memanas dan menghasilkan cahaya. Untuk mendapatkan cahaya yang lebih terang membutuhkan energi listrik yang tinggi juga, sehingga dapat dikatakan penggunaan baterai kering sebagai sumber energi listrik ini sangatlah boros, sehingga beberapa tahun belakangan ini produsen membuat lampu pijar yang bersumber energi listrik dari baterai charger. Sehingga dapat diisi ulang dan memiliki energi yang kuat.

Senter lainnya adalah senter yang menggunakan jenis lampu LED (Light-Emitting Diode). jenis lampu ini dikenal sebagai dioda cahaya yaitu suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik yang tidak koheren ketika diberi tegangan maju. Warna yang dihasilkan beragam, tegantung dari bahan semikonduktor yang dipakai. Pada memancing biasanya menggunakan lampu LED yang berwarna putih. LED yang menggunakan cahaya putih merupakan lapisan substrat galium nitrida (GaN) dengan fosfor kuning. Karena warna kuning merangsang penerima warna merah dan hijau di mata manusia, kombinasi warna kuning dari fosfor dan warna biru dari substrat akan memberikan kesan warna putih bagi manusia. Senter yang menggunakan lampu jenis ini memiliki dua sumber listrik yaitu dari baterai kering dan juga baterai charger. Sesuai dengan sumber energi listriknya, lampu yang menggunakan sumber energi listrik dari baterai charger lebih kuat cahaya yang dihasilkan.


Jenis senter yang beredar dipasaran pada saat ini juga sudah beragam, ada yang digenggam dan juga ada yang melekat di kepala. Saat ini lampu senter yang digunakan melekat di kepala lagi trend bagi para pemancing, karena memiliki keuntungan yaitu lebih mudah dalam pemakaiannya tanpa mengganggu kedua tangan yang sedang dipakai buat memancing. Sehingga banyak para produsen menghasilkan senter ini yang dijual di pasaran.

Gambar 3. Senter kepala (Head Flashlight)

Jadi bagi para pemancing, khususnya pemancing yang memancing dimalam hari, sepertinya membutuhkan alat bantu senter ini. Karena banyaknya produsen yang menjual dari berbagai kualitas, oleh karena itu para pemancing jangan sampai salah memilih.
Baca selengkapnya »

TEMPAT MENYIMPAN RANGKAIAN SENAR

0 komentar

Salam hangat para mancing mania. 

Salah satu rangkaian pancing yang dibuat untuk memancing adalah dengan metode menyambung ujung senar dengan sambungan senar lain yang disambung oleh swivel (kili-kili).

Metode ini biasanya digunakan untuk menyambung ujung senar dengan kawat ataupun senar Braid agar memiliki kekuatan saat mendapatkan ikan yang memiliki gigi yang tajam dan juga untuk memiliki pecabangan pada senar..


Tetapi banyak para mancing mania tidak berminat menggunakan metode ini karena dapat menyebabkan pemborosan senar pancing, karena setelah memancing dibuang. Hal ini disebabkan oleh karena susah untuk menyimpan rangkaian senar dengan swivel dan mata pancing.

Dengan banyaknya orang-orang yang kreatif, sehingga munculah kotak untuk menyimpan rangkaian senar dan mata pancing agar dapat digunakan lagi pada saat mancing pada hari berikutnya. 

Ada bebagai macam jenis tempat penyimpanan rangkaian senar tersebut, yaitu dalam bentuk kotak persegi panjang, bulat, dan berbentuk gabus. Dengan alat ini para mancing mania akan menghemat senar yang dimiliki. Karena rangkaian tersebut dapat disimpan dengan aman dan tidak kusut.

Berikut ini merupakan alat untuk menyimpan bekas rangkaian pancing :
  • Bentuk box persegi
Bentuk ini memiliki box sebagai tempat menyimpan dan sekat-sekat yang dilengkapi oleh gabus-gabus sebagai tempat mata pancingnya mengkait. Pada bentuk ini cukup efektif dikarenakan memiliki box yang akan melindungi mata pancing nyangkut dengan tas pancing maupun benda lainnya.

  • Bentuk box tabung
Box ini fungsi dan keuntungannya dengan box yang berbentuk pesegi hampir sama. Tetapi pada box ini memiliki tempat umpan hidup maupun mati untuk memancing. Karena memiliki bagian ditengah untuk meletakkan umpan, dan memilki ventilasi untuk masuknya udara dari luar.
  • Bentuk gabus
 Bentuk ini tidak memiliki box untuk penutup. Sehingga memiliki resiko untuk nyangkutnya mata pancing dengan tas pancing.

Alat ini merupakan variasi yang ditawarkan kepada para mancing mania untuk meminimalisir keborosan senar maupun kecelakaan kecil pada penyimpanan alat-alat pancing.
Baca selengkapnya »

Umpan udang hidup

0 komentar


umpan udang
umpan udang
Dalam memancing di Laut umpan udang adalah salah satu umpan yang favorit yang disenangi para pemancing, terutama saat memancing dasaran. Dalam memancing di dasar laut seperti ini hampir semua jenis ikan karang menyukainya, ikan kakap, ikan kerapu, ikan hiu karang, dan masih banyak macam ikan pemangsa memakan umpan udang. Udang adalah hewan crustacea yang terkenal sebagai sumber makanan penting bagi hewan – hewan laut dan berbagai jenis ikan.
Umpan udang digunakan dengan dua macam cara, yakni udang kupas dan udang segar yang hidup. Dua – duanya memiliki target sasaran tersendiri sehingga dengan membawa umpan hidup bisa mencari berbagai macam ikan. Umpan udang hidup biasanya dijual di pasar – pasar ikan tradisional yang menjual ikan segar langsund dari laut. Umpan udang tersebut supaya tetap segar dalam kondisi lama dapat di simpan di dalam kotak stereofoam yang berisi es batu.
Kotak umpan udang tersebut di buat dengan memiliki 2 tingkatan, tingkatan pertama berisi es batu yang masih utuh, tingkatan yang kedua sebagai tempat udang dan memiliki rongga alias berlubang – lubang sehingga udara dingin dapat langsung mengenai udangnya tetapi udang tidak langsung tersentuh dengan es batunya. Dengan cara tersebut udang dapat mati suri alias hybernasi. Dengan kondisi tersebut udang dapat bertahan dalam jangka waktu berhari – hari tanpa mati.
Pemancingan dengan menggunakan udang hidup biasanya dengan memasukkan mata pancing ke melalui ekor udang agar udang hidup tidak mudah mati dan selanjutnya memasukkannya di dalam air. Kondisi udang yang masih hidup menyebabkan umpan ini menjadi bergerak – gerak secara alami sehingga lebih menarik ikan pemangsa. Kondisi segar udang menyebabkan umpan udang juga lebih disukai ikan.
Dalam memancing ikan di dasar laut, umpan yang tepat adalah kunci keberhasilan pemancingan itu sendiri. Dengan membawa umpan udang hidup dan umpan lain seperti cumi dan umpan buatan, kami bisa berexperiment dalam mencari umpan yang tepat untuk memancing.
Baca selengkapnya »

Jenis-jenis Pelampung

0 komentar

Pelampung pancingan adalah salah satu perangkat memancing yang berguna untuk membuat umpan pancing tidak tenggelam jauh ke bawah dasar air. Pelampung jenis ini banyak beragam, kendati beragam pelampung secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua.
Jenis pelampung pancingan
1. Pelampung pada permukaan air yang tenang
2. Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir
1. Pelampung pada permukaan air yang tenang
Kelompok pertama ialah pelampung yang dirancang untuk digunakan saat mancing di perairan yang permukaannya tenang atau relatif diam. Bentuknya antara lain silinder pendek, silinder panjang atau silinder dengan bagian yang membengkak di dekat pangkal.
Bentuk batang silinder pendek misalnya, paling pas digunakan untuk mancing pada kondisi tidak ada angin dan permukaan air “licin” bagai berminyak.
Pelampung dengan bentuk batang silinder panjang lebih pas dipakai untuk mancing di perairan yang agak beriak sedangkan pelampung yang gemuk di pangkal cocok digunakan manakala riak di permukaan air menjadi masalah bagi pelampung berbentuk silinder rata.
Apabila diujung pelampung terdapat semacam jarum indikator, gunanya ialah agar dihasilkan sensitivitas yang lebih jelas teramati, khususnya pada saat mancing ikan yang cara makan umpannya tergolong sangat “santun”.
Pelampung jenis pertama ini dipakai dengan meloloskan senar utama melalui cincin kawat di bagian pangkal dan posisinya ditetapkan dengan bantuan dua buah timah (pemberat mata kail) berbentuk bulat kecil yang dijepitkan ke senar utama.
2. Pelampung pada permukaan air yang berarus atau mengalir
Kelompok berikutnya pelampung yang digunakan khusus untuk mancing di perairan yang berarus atau mengalir.
Kebalikan dari yang pertama, pelampung jenis ini dibagian ujungnya justru lebih gemuk ketimbang di pangkal. Pemasangannya juga tidak dengan dijepit timah (pemberat mata kail), melainkan dijepit selang karet (biasanya pentil sepeda) dibagian pangkal dan ujung, sehingga senar utama penempel di sepanjang pelampung.
Pelampung yang ujungnya agak langsing ideal dipakai untuk mancing dimana jarak antara ujung joran (tongkat pancing) dan pelampung relatif dekat, seperti bila mancing si sungai, dengan umpan laron, kecoa dan umpan lain sejenis yang bobotnya relatif ringan.
Bentuk yang agak gemuk diujung namun tetap silindris di pangkal akan lebih terapung di permukaan air, sehingga lebih mudah diamati responnya pada saat umpan disambar ikan. Pemancing yang baru belajar mancing di sungai sebaiknya memilih pelampung jenis ini.
Pelampung yang bentuknya agak gemuk di pangkal dan semakin gemuk lagi mendekati ujung hanya cocok untuk mancing di sungai yang dalam, namun airnya mengalir cukup deras.
Umpan yang dipakai sebaiknya juga berukuran cukup besar, misal daging keong, kodok, bagian isi perut ayam atau buah pisang.
Baca selengkapnya »

REEL SPINING PENN TORQUE

Rabu, 23 Maret 2011
0 komentar
Penn TorquePenn, salah satu produsen piranti mancing kenamaan, kembali menghadirkan salah satu produk terbaiknya berupa ril spinning dengan sebutan Penn Torque. Paduan kemewahan serta kekuatan yang digabung menjadikan satu wujud kesempurnaan.
Full metal body, demikian teknologi tinggi yang diterapkan pada bodi dan spool ril ini yang menggunakan bahan metal demi kekokohan Penn Torque. Demikian pula dengan teknologi disain pelapis/ fully sealed design demi melapis komponen dalam ril agar tidak tembus air.
Tujuh buah ball bearing terlapis dibenamkan pada ril juga dipadukan dengan gir pinion yang berbahan kuningan yang dilapisi dengan stainless stell demi mendapatkan kehandalan ril spinning.
Disain mewah Penn Torque terlihat jelas demi mencapai kepuasan dengan dua model yang tersedia TRQS5 dengan corak disain warna hitam kokoh dan TRQS7 yang dibalut dengan disain warna keemasan yang elegan.*smf


 
Baca selengkapnya »

Umpan Wangi Djempol

0 komentar
Kali ini Mancing Mania (MM) mencoba menghadirkan umpan wangi berbahan umpan Djempol Kang Ito. Umpan ini telah MM coba di pemancingan daerah Kalideres-Jakarta Barat, Deplu-Tangerang dan Depok.
Umpan untuk ikan mas plampung baik lomba maupun untuk harian dengan harga terjangkau para mania dapat dengan mudah memperoleh bahan-bahan campuran umpan ditoko-toko pancing dekat rumah.
Mesti lomba yang MM ikuti hanya lomba dengan tiket dibawah Rp 100 ribu namun MM berhasil meraih total prestasi dan hanya kalah timbangan 4 ons dari juara ke tiga. Meski umpan ini murah meriah namun hasilnya cukup bagus.

Berikut bahan-bahan yang harus dipersiapkan :
1.    Umpan jempol pandan wangi 1 saset
2.    Essen gudang bulus oil 1 tutup botol
3.    Tuna (deho atau pasific queen) ½ kaleng
4.    Air secukupnya

Cara membuatnya :
Langkah pertama persiapkan wadah plastik/baskom sebagai tempat menggaduk umpan lalu haluskan terlebih dahulu tuna (deho atau pasific queen) sampai lembut dan pergunakan minyaknya sedikit saja. Setelah itu tuang umpan jempol pandan wangi dan aduk kembali hingga rata dan terakhir masukan essen bulus oil sambil menuangkan air sedikit demi sedikit, umpan siap dipergunakan.
Saat menggunakan umpan ini MM mencoba menggunakan kroto dan tanpa kroto serta kroto bubuk/serbuk, ternyata hasilnya cukup bagus pula. Penggunaan kroto cukup 1 ons untuk campuran di umpan dan diaduk rata dan 1 ons untuk cocolan/pelapis pada umpan. Selamat mencoba. ndi
Baca selengkapnya »

Kail Jangkar Gawang untuk Mancing Lele

0 komentar
foto3T_T169.JPG

Di pemancingan Syafana dikawasan Pondok Pinang Jakarta Selatan, para pemancing ikan bawal dan lele ini memiliki keunikan saat mancing. Uniknya itu terletak pada kail yang digunakan. Pemancing disini lebih dominan memakai kail jangkar dengan yang dipasang disenar atau benang berbentuk gawang.
Kail jangkar ini bisa ditemukan ditoko-toko pancing yang menjual kail seperti ini. Menurut beberapa pemancing, kail jangkar ini sangat efektif untuk mancing ikan lele atau ikan bawal. Kelebihan dari kail ini bisa digunakan untuk menggaet ikan lele.
Seperti kita ketahui, ikan lele lebih banyak bermain dibawah air atau bahkan didasar kolam. Ikan lele ini juga sedikit sulit saat dipancing. Dengan menggunakan umpan seperti jangkrik atau sebagainya, pemancing juga butuh kecerdikan untuk menggaet ikan tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memakai kail jangkar.
foto1_T_T169.JPG
Ukuran kail berbagai macam ukuran. Soal ini tentu disesuaikan dengan nomor mata kail yang pas. Di pemancingan Syafana, hamper semua pemancing menggunakan kail jangkar ini. Selain itu yang menarik lagi, kail tersebut dipasang didua senar atau benang yang menyerupai gawang. Barangkali karena itulah pemancing disini menyebutnya kail gawang.
Pembuatan kail gawang ini sangat mudah. Cara pembuatannya dimulai dari pemasangan kail jangkar di senar atau benang. Selanjutnya bagian atas senar diikatkan ke kawat atau sejenisnya. Setelah itu bagian tengah kawat diberi semacam kili-kili yang berfungsi untuk dipasang di joran.   
Selain senar bisa juga menggunakan nekline. Ukurannya bisa sampai setengah meter. Sedangkan kawat panjangnya sekitar 10 cm sampai 15 cm. Bagian tengah kawat diberi semacam kili-kili untuk dikaitkan di joran.

Selanjutnya gawang yang sudah terpasang dua mata kail jangkar tersebut tinggal dipasang di senar seperti umumnya kita memasang kail saat mancing. Cara penggunaan pun tidak merepotkan. Setelah terpasang, pemancing tinggal memasang umpan dimata kail. Selanjutnya dilemparkan ketengah kolam tanpa harus khawatir lepas. Disini tentu perlu keseimbangan antara kanan dan kiri senar yang dipasang di gawang.
Kalau beruntung ikan lele bisa menyangkut di dua mata kail sekaligus alias dapat gentak ganda. Menurut pemilik kolam Syafana Jamal, kelebihan mancing dengan kail jangkar gawang ini memudahkan pemancing untuk mendapatkan ikan lele atau ikan bawal. Apalagi kail ini sangat efektif untuk menggaet ikan lele.  Kalau Anda penasaran bisa mencobanya sendiri. jajat
Baca selengkapnya »

Perairan Binuangeun

0 komentar
Suryanto_1.jpg
Swordfish Binu
Trip yang tidak diduga ini akhirnya mewujudkan impian saya atas keberhasilan strike dengan ikan pedang (swordfish). Berikut kisah Suryanto yang diceritakan kepada MM
Sebenarnya trip ini kali kedua bagi saya menuju lokasi yang baru pertama didatangi. Maklum menurut nelayan, lokasi ini spot mereka untuk mencari ikan. Trip pertama saya lakukan tidak membuahkan hasil. Dan trip kedua Oktober 2010 lalu membuahkan hasil mengejutkan bagi saya dan rekan-rekan satu perahu.
Sebagai pemancing, saya yang berdomisili di sekitar Binuangeun banyak kenal dengan para nelayan dari Tanjung Panto. Beberapa kali nelayan itu mengajak saya untuk mancing mengikuti kegiatan mereka mencari ikan di Pantai Selatan. Seiring dengan ajakan itu, saya pun menyempatkan diri ikut. Alasan trip dengan nelayan ini saat mereka mengatakan bahwa layur dan pedang lagi main.
Trip pertama dilakukan gagal, hasil dibawa ke darat tidak maksimal. Tapi itulah mancing ngga selalu pulang bawa ikan, kadang hasil bagus kadang tidak maksimal. Penasaran dengan keinginan untuk mendapatkan ikan pedang atau nama latinnya xiphias gladius kian menghinggapi diri saya. Ingin rasanya strike dengan swordfish. Itulah yang ada di benak. Satu minggu kemudian para nelayan itu Yeyen, Ade dan Baden kembali mengajak melaut mencari layur dan pedang di lokasi sama.
Suryanto_2_.jpg
Ajakan itu lantas saya iakan. Dengan persiapan minimalis, kami berangkat dari Tanjung Panto sore hari menuju spot yang tempo hari dikunjungi. Tanpa menggunakan alat bantu seperti GPS maupun fishfinder perjalanan ini benar-benar tradisional. Tak butuh waktu lama untuk mencapai spot dari Tanjung Panto hanya 40 menit. Setibanya di spot Karang Rangkas dengan kedalaman 90-120 meter (ke tengah sedikit mencapai 200 m) kami berempat yang menggunakan perahu katir bercagak atau orang sana menamakan kincang sepanjang 6 meter dan lebar 90 cm pancing rawe dengan umpan ikan tembang siap diturunkan. 
Waktu terus berjalan hasil didapat baru sebatas layur dari berbagai ukuran. Dari hasil pengamatan, ikan-ikan layur di spot ini ukurannya besar-besar, bahkan ada panjangnya 1,60 meter. Jelang malam ombak di posisi kami berada mulai berulah. Kapal oleng kanan oleng kiri. Dengan mengandalkan teknik handline satu persatu ikan layur memenuhi kapal. Menurut nelayan bulan ini musim layur dan pedang hingga Februari mendatang yang dimulai dari Agustus.
Nah, saat nelayan kembali mengatakan itu musimnya pedang dan layur, semangat saya timbul untuk segera menggaet dan menuntaskan. “Mudah-mudahan ikan pedang terkait,” kata saya dalam hati. Malam dingin ditambah semilir angin yang kuat, dengan kondisi perahu tidak begitu besar kian membuat saya bukannya menurun fisik malah fit, begitu juga nelayan rekan-rekan yang kerjaannya seperti itu.
Jelang dinihari jam 1 malam, pancing rawe menampakan hasil dengan tangkapan yang berat. Sekuat tenaga saya mencoba menarik. Nelayan menduga bahwa yang menyambar itu swordfish. Wahh….begitu senangnya, apalagi dugaan mereka itu membuat saya percaya diri bahwa ikan pedang impian saya jadi kenyataan. Cukup lama saya dan nelayan saling bantu menarik pancing rawe dengan teknik handline.
Butuh waktu satu jam menaklukkan ikan pedang dengan tarikan lumayan berat guna menaikkan ke kapal. Apalagi ikan pedang melawan dan terbelit di tali senar, sedangkan untuk lepas dari lilitan sukar sekali. Pelan tapi pasti saya mulai menarik dan ternyata benar ikan pedang seperti dikatakan nelayan. Ikan pedang itu tak hanya satu ekor, karena menggunakan pancing rawe satu ekor ikan pedang lainnya ikut terangkat, hanya ukurannya kecil.
Setelah beramai-ramai mengangkat ke atas kapal ikan pedang dengan berat 57 kg dan 26 kg itu berhasil kami angkat, dan ini menjadi kebanggaan saya. Menurut nelayan ikan pedang di lokasi itu keluar malam hari. Itu memang karakter mereka (ikan pedang). Penjelasan lainnya, pernah seorang nelayan mengangkat pedang dengan bobot 100 kg dan 60 kg beberapa waktu lalu di lokasi sama.
Menunggu datangnya pagi, kami terus mencari ikan-ikan lainnya, maklum karena saya ikut nelayan mau ngga mau jamnya harus disesuikan dengan mereka. Jelang pagi saat matahari muncul kami kembali ke Tanjung Panto dengan perasaan senang khususnya saya.
Total ikan yang didapat hari itu layur 130 ekor dari ukuran 1,5 kg sampai 4 kg dan 2 ekor ikan pedang dengan berat 57 kg dan 26 kg. Sebagai kenang-kenangan 2 ikan pedang saya sandingkan di kiri kanan untuk diabadikan.~rambe
Baca selengkapnya »
 

Search

IKLAN

CLOCK

MY GLOBE

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

PLEASE TRANSLATE HERE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : AFC

VISITOR

VISITOR FLAG

free counters

Total Tayangan Halaman

© 2010 AFRI COLLECTION Blog Pemancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls