Alternatif mancing laut di Jogja : Pasiran/Surf Fishing

Kamis, 09 Desember 2010



Dinamika mancing di Jogja mempunyai banyak penggemar yang tidak terhitung jumlahnya, ada yang spesialisasi mancing di kolam, sungai dan laut. Dalam post berikut saya akan membahas salah satu teknik mancing di laut di sepanjang pantai di Jogja dan sekitarnya.

Salah satu teknik mancing di laut yang cukup banyak penggemarnya yakni mancing pasiran, atau istilah kerennya SURF FISING,

Surf fishing secara umum diartikan mancing dari pinggir pantai (baik dari pantai yang berpasir ataupun batu karang), dari dermaga, pier ataupun jetty. Akan tetapi yang akan dibahas di sini adalah mancing dari tepi pantai berpasir alias pasiran.

Para penggemar surf fishing atau pasiran yang memang merupakan pilihan dan atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi sehingga memilih pasiran ini banyak jumlahnya karena lokasi mancing pasiran sangat banyak di Jogja ini, Mereka juga bisa sefanatik seperti para penggemar teknik mancing yang lain.

Piranti mancing yang digunakan

Reel :

Reel yang biasa dipakai untuk pasiran adalah spinning reel ukuran 4000 bahkan ada yang 10000. Sebenarnya spinning reel surfcasting ukuran 7000 atau ukuran 6000 untuk reel standar (bingung nyebutnya) cukup ideal. Ada baiknya pilihlah reel khusus surf casting agar mudah melempar umpan lebih jauh ke tengah. Ciri reel surf casting ini biasanya ditandai dengan bentuk spool yang panjang (long spool) dan dangkal. Mekanisme penggulungan senar pilih system wormshaft agar gulungan senar bisa tertata rapi di spool. Untuk merk banyak pilihan

Rod/Joran :

Rod standar untuk pasiran yang banyak dipakai adalah model teleskopik dengan panjang 12 feets -15 feets. Saat ini juga berkembang model rod yang terdiri dari 3 sambungan (3 section). Rod yang panjang lebih dari 3 m ini diperlukan agar bisa melempar umpan lebih dari 100m di sela-sela ombak yang memecah. Kelas rod M-MH dengan lure weight 80 – 150 gr adalah ideal.Rod 12 ‘ kelas medium action ideal dipakai apabila sedang musim ikan tombol, bojor, samangati, lawes, singgreng karena ikan-ikan ini berada relatif di pinggir.

Line/Senar :

Seperti pada umumnya senar yang diminati adalah yang berdiameter kecil dengan kemampuan besar. Senar mono 12 lbs sebenarnya sudah mumpuni mengingat sekarang jarang ada monster berkeliaran. Akan tetapi ukuran yang umum dipakai adalah minimal senar 20 lbs. Senar mono diameter 0.33-0.45 mm adalah ukuran paling nyaman dipakai sebab jika lebih dari 0,45 mm akan kesulitan waktu melempar dan pasti bergoyang keras apabila angin pantai diatas30 km/j sehingga sulit merasakan tarikan ikan di bawah 0,5 kg.

Sinker alias bandul :

Singker dilihat dari metoda rangkaian ada dua macam yaitu model oval dengan lubang di tengah dan model piramid/kerucut/lonceng. Apabila ada yang buat sinker model bagong juga boleh-boleh saja gak ada yang ngelarang he ehe he.Sinker lonceng dipakai untuk rangkaian renteng dengan posisi: singker- leader (dengan 2 sampai 5 rangkaian kail)- swivel-main line. Sedangkan sinker oval digunakan untuk rangkaian engkel yaitu kail- leader-swivel-sinker-swivel-main line. Pada rangkaian engkel sering ditambahkan live assist-hook (ini sih istilah saya aja biar keren) yaitu kail tambahan supaya umpan-sandflea/yutuk/undur2- tidak mudah lepas. Oops hampir lupa berat sinker antara 80 – 120 gr. Tergantung situasi dan kondisi waktu mancing dan jenis ikan.

Kail :

Kail menyesuaikan musim ikan. Apabila sedang musim bojor dan teman-temannya rangkaian renteng dengan kail ukuran 4-6 (carbon) sangat efektif. Seadangkan jika musim gatho dan megan yang masuk golongan lelembut..eh permit atau pompano pakai kail yang lebih besar antara ukuran 8 – 10.umpan paling efektif pakai yutuk gembur (lunak).

Umpan :

Undur-undur/sand flea/ yutuk yang merupakan umpan andalan (juga paling murah tinggal nyari di pasir. Undur-undur ini ada 3 jenis yang banyak dijumpai di pantai jogja yaitu: undur-undur beton (bentuknya seperti isi nangka), undur-undur caping ( oval, lebih lebar dan agak pipih seperti caping petani) dan undur-undur kethek (monyet) yang paling pipih di antara kedua jenis di atas dan di sebut kethek/monyet karena kaki-kakinya yang membuka ke arah luar. Undur-undur kethek ini mempunyai semacam kuku yang melengkung dan tajam pada kaki-kakinya.

Umpan lain yang biasa dipakai adalah cacing laut (sepingan), udang kupas, irisan ikan atau cumi.

Demikian sekilas tentang mancing pasiran/surf fishing yang sangat berkembang di jogja dalam mancing di laut.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba jika ingin mencobanya.

Mancing pasiran dan hasilnya : Bro Icoel Medan dan gatho (foto:isam)

Mancing pasiran dan hasilnya

Hasil mancing pasiran : Ikan Gatho (permit/pompano) 5 kg

Hasil mancing pasiran : Gatho Kecil dan Bojor

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Search

Memuat...

IKLAN

CLOCK

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Blog Archive

PLEASE TRANSLATE HERE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : AFC

VISITOR

VISITOR FLAG

free counters

Total Tayangan Laman

© 2010 AFRI COLLECTION Blog Pemancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls