Mancing Wader, Walau Ikan Kecil Tetap Menyenangkan

Selasa, 07 Desember 2010


Kondisi wilayah di sekitar Yogyakarta banyak yang masih alami, termasuk banyaknya sungai-sungai alami, yang kadang jernih di musim kemarau dan kadang keruh di musim hujan. Kondisi sungai yang masih alami ini memungkinkan potensi ikan-ikan endemi masih banyak. Salah satu ikan endemi yang banyak terdapat di sekitar Jogjakarta ini adalah ikan wader, ya..hanya sejenis ikan kecil namun untuk dijadikan target mancing tidak kalah menyenangkan sensasinya, tarikannya sering menimbulkan kerinduan tersendiri bagi banyak pemancing. Jika hasilnya banyak digorengpun tak kalah nikmat.
Berikut ini sekelumit pengalaman tentang mancing wader yang saya alami ditambah dari sumber lain yakni pakar mancing wader Jogja, Mas Dino dari Sleman, sejak kecil saya sudah senang mancing wader saat inipun masih senang mancing wader, apalagi bareng-bareng sama teman, wah mancing wader sungguh meriah.

Ada banyak jenis wader yang sering terpancing di sungai-sungai sekitar Jojga ini, ada wader cakul, wader kepek, wader pari dll.
Memancing wader tidaklah sulit, karena ikan wader selain hidupnya bergerombol makannya juga tergolong rakus, sehingga dimana ada kawanan wader begitu kita lemparkan umpan pasti langsung jadi rebutan hingga tak jarang ada yang sampai kecantol mata kail di ekor bahkan di matanya.

Untuk memancing wader sebetulnya tidak ada tehnik khusus, tapi bagi penikmat mancing tentunya memancing tidaklah sekedar mendapat ikan, tapi tentu ingin merasakan sensasinya. Berdasarkan pengalaman, fishing tackle yang dipergunakan akan menentukan kenikmatannya. Tips berikut ini bisa dicoba jika ingin merasakan sensasi mancing wader.

Joran :
Sebaiknya pergunakan joran tegeg yang soft atau medium taper panjang 2,4 atau 2,7 m ( disesuaikan dengan kondisi lokasi ) semakin lentur joran akan semakin sensitif merespon tarikan ikan wader yang ukurannya memang kecil kecil.

Line :
Pilih line mono yang sekecil mungkin ( mis. 0,1 atau 0, 12 mm ), line yang semakin kecil akan terasa lebih terasa nikmatnya mancing wader.

Hook :
Pilih mata kail carbon no. 0,5 – 0,8 . Mata kail yang terlalu besar akan kurang efektif karena ikan mudah mocel, memang dibutuhkan keahlian tersendiri untuk memasang mata kail no. 0.5 / 0,8 pada senar 0,1mm.

Pelampung :
Pilih yang model bulat memanjang dengan panjang kl. 3cm. Pelampung di sini selain berfungsi sebagai indikator saat umpan dibawa lari ikan juga supaya umpan menggantung di tengah air.

Pemberat :
Gunakan timah lipat yang tipis dengan ukuran 10 X 5 mm, berfungsi supaya umpan lebih cepat masuk ke dalam air. Gunakan sedikit saja, agar umpan cepat masuk namun pelampung tidak ikut tenggelam.

Umpan :
Karena wader termasuk ikan yang rakus, banyak jenis umpan yang bisa dipergunakan, seperti : cacing, pelet, nasi, roti, tahu bacem, bakwa, lumut dll. Namun saya seringnya menggunakan mie instan rebus tanpa bumbu sebagai umpannya, mie instan yang sudah lembek dipotong sedikit saja dan dikaitkan pada mata pancing, dan sesudahnya tinggal mencelupkan di air. Jika ikan sedang berkumpul, maka tarikan si wader bakal tiada henti. Strike terus............... mantap..!!


0 komentar:

Poskan Komentar

 

Search

Memuat...

IKLAN

CLOCK

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Blog Archive

PLEASE TRANSLATE HERE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : AFC

VISITOR

VISITOR FLAG

free counters

Total Tayangan Laman

© 2010 AFRI COLLECTION Blog Pemancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls