Popper

Jumat, 17 Desember 2010





popper
popper
Popper adalah jenis umpan yang digunakan sebagai umpan permukaan, meski umpan ini tidak umum dan jarang digunakan di perairan Indonesia, namun di negara – negar eropa dan Amerika penggunaannya sering sekali oleh pemancing lokal. Umpan ini sangat disukai untuk mencari ikan largemouthbass yang memang besar ikannya sampai mencapai 4 – 5 kg. penggunaan popper sebagai umpan memancing permukaan disesuaikan dengan karakter umpan ini yang memang mengapung dan melayang di permukaan air.
Popper memiliki karakteristik mengapung dan ketika ditarik ia akan sedikit melayang di didalam air, dan mengeluarkan suara berisik sehingga mengganggu konsentrasi ikan pemangsa untuk memakannya. Karakteristik popper meniru umpan alami seperti tikus, kadal, katak atau jangkrik serta serangga – serangga lain yang memang biasanya mengapung saat tercemplung di air. Penggunaannya ditambah dengan warna yang memikat sehingga menyerupai hewan yang asli sehingga lebih menarik lagi bagi ikan pemangsa.
Cara penggunaan umpan popper dengan melemparkannya ke lokasi perairan dan menariknya dengan menyentak – nyentak untuk minimbulkan efek suara dan percikan air yang akan menarik perhatian ikan. Dalam umpan ini sudah terdapat dua mata pancing yang akan mengait ikan sasaran. Penggunaannya memang lebih susah karena harus berulang – ulang melempar ke  permukaan air.
Umpan popper biasanya terbuat dari plastik dan kayu , dengan dominasi warna yang menarik dan berwarna – warni. Pemakaiannya tidak lazim di perairan Indonesia karena  memang jenis ikan yang dapat ditangkap dengan umpan popper ini tidak ada di perairan Indonesia. Ciri – ciri ikan yang mungkin cocok dengan kriteria umpan ini adalah ikan Arwana, yang memang dalam habitat aslinya memakan serangga dan jenis – jenis hewan kecil di air.


Semarak Mancing Popping di Tanah Air
Belakangan ini banyak mania mancing yang menggemari mancing popping. Kesemarakkan popping di kalangan mania mancing inilah yang menjadi laporan utama edisi Mancing Mania (MM) kali ini.
Sebelum mancing popping ini mulai dikenal di Indonesia sebenarnya negeri kinta ini sudah familiar dengan beragam teknik mancing baik secara tradisional maupun modern. Mulai teknik mancing dengan laying-layang, dengan umpan bulu, mancing dasar, mancing koncer, sampai dengan teknik mancing tonda (trolling).
Untuk menyusuri kapan teknik popping ini mulai digemari di tanah air.dan persoalan popping, MM menemui Adhek Amerta dari Bali, Jhon Hambali dan Adrianus dari Jakarta. Ketiga orang itulah yang banyak disebut sebagai mania penggemar mancing popping.
Arti Popping
Sebelum mengulas lebih jauh mengenai mancing popping, ada sebuah pertanyaan yang mendasar yaitu apa sih arti popping? Ketika kami sedang kebingungan mencari jawaban, Adrianus Bratanata memberikan jawaban. “Konon ceritanya sebutan popping itu, terjadi karena efed dari popper yang ditarik oleh manis mancing bunyinya pop…, pop…, pop. Karena bunyi seperti itu maka mania mancing menyebut dengan istilah popping,” kata Adrianus kepada MM.
Lebih lanjut Adrianus menjelaskan arti popping itu mancing menggunakan umpan popper. Popper adalah umpan buatan yang bahan dasarnya dari kayu. Cara memancingnya dengan teknik kasting yaitu melempar umpan popper kemudian menariknya,” kata Adrianus. Menurut Adrianus bentuk popper itu menyerupai umpan trolling misalnya konahead. “Kalau kita perhatikan bentuk popper itu seperti umpan trolling namun kalau popper kegunaannya untuk mancing kasting,” tambah Adrianus.
Sejarah Popping
Mengenai sejarah sejak kapan mancing popping masuk ke Indonesia tidak ada yang tahu persis. Meski banyak mania yang tidak tahu asal usul popping mulai merebak di Indonesia sejumlah mania yang ditemui oleh MM menunjukkan bahwa ada tiga orang pionir popping di Indonesia.
“Pionir popping di Indonesia sepengetahuan saya ada tiga orang yaitu Adhek Amerta Bali, Jhon Hambali baru Munadi,” ungkap Adrianus. Lebih lanjut Adrianus menceritakan bahwa ketiga orang itu telah menekuni mancing popping bertahun-tahun sebelum para mania lain mengerti mancing popping.
Berkat informasi keberadaan pionir mancing popping itulah, MM menghubungi Adhek Amerta dari Bali. “Awal popping itu sendiri berasal dari Australia, dari negeri asalnya tidak berkembang justru yang merebak teknik popping di negara Jepang. Dari negeri Jepang inilah mulai berkembang berbagai teknik popping dengan alat-alat yang mendukung.
Merebaknya popping di Jepang tidak serta merta merebak di tanah air. Namun lantaran banyak mania mancing negeri matahari terbit yang mancing di Indonesia, mancing popping pun mulai di kenal orang Indonesia. “Saya mulai mancing popping sejak 12 tahun yang lalu. Perkenalan saya dengan popping karena sering memandu mancing orang Jepang di Bali,” ungkap Adhek Amerta.
Dari interaksi seringnya mancing bersama orang-orang Jepang itulah membuat Adhek Amerta semakin mencintai mancing popping. Kecintaannya terhadap mancing popping itulah membuat Adhek Amerta berkreasi untuk menciptakan umpan-umpan popper dan sekarang ini umpan poppernya merebak di berbagai Negara.
Meski Adhek Amerta sudah menekuni mancing selama 12 tahun namun kenyataannya mancing popping tidak berkembang pesat di tanah air. Baru sekitar tahun 2001-2003 mania mancing yang bergabung dalam mailinglist mancing I di internet mulai mendiskusikan mancing popping. “Orang-orang ribut mengenai mancing popping mungkin sekitar tahun 2003 lalu. Selanjutnya pada tahun itu juga kami melakukan trip bersama pemancing Thailand untuk popping di pulau Komodo. Dari trip itu kami baru tahu sesungguhnya mancing popping, “ungkap Adrianus Bratanata.
Setelah trip mancing popping di pulau Komodo bersama pemancing luar negeri, akhirnya mania mancing yang sering ngobrol di internet itu, setahun kemudian yaitu pada bulan April 2004 lalu membuat trip mancing ke Pulau Komodo. “Trip ke Komodo tahun 2004 itulah yang memang terdiri dari tujuh pemancing Indonesia. Dari trip barulah terbuka wawasan para mania mancing bahwa mancing popping menarik dan penuh unsure olahraganya,” ungkap Adrianus kepada MM.
Cerita keberhasilan dan serunya mancing popping membuat para mania mancing lainnya pun mulai tertarik untuk berpopping ria. Mulai merebaknya popping ternyata membawa berkah kepada toko-toko pancing yang menjual piranti mancing seperti joran, kenur, popper, dan ril popping mulai menghiasi toko-toko pancing ibukota.
Kondisi perkembangan mancing popping semakin hari semakin banyak. Banyak pemancing Jakarta mulai mencoba-coba mancing popping. Banyak trip mancing ke Binuangeun sekarang ini sering dijadikan uji coba para mania Jakarta untuk berpopping ria.
Cerita keberhasilan mania menaklukkan kuwe gerong (giant trevally) aau dikalang mania disebut GT mulai merebak di mana-mana. Dan akhirnya mulai banyak mania yang mencoba mencari “korban popping” ikan lain selain GT seperti ikan tuna. Cerita mancing tuna dengan teknik popping pun sama-sama menarik hampir selalu menghiasi cerita keberhasilan mania mancing.
Barangkali cerita puncaknya teknik mancing popping menjadi pusat perhatian mania mancing ketika terjadi turnamen Berkah III yang berlangsung pada tanggal 19-20 Maret 2005 lalu. Mengapa turnamen itu menjadi terkait dengan popping ria? Karena pada saat turnamen itu banyak tim yang mancing dasar dan trolling namun tidak mendapat banyak ikan-ikan besar.
Justru sebaliknya ketika tim fishyforum.com dan tim Mata Elang dimana pada saat turnamen Berkah III, khusus mancing menggunakan teknil popping hasilnya luarbiasa. Ikan-ikan kuwe gerong berukuran besar banyak yang terpancing.
Tim fishyforum.com lewat Joss Utoro yang mendapat ikan kuwe gerong (GT) seberat 21,65 kg berhasil menjadi juara pertama. Sementara itu tim Mata Elang dengan tim pemancing Wing mendapat ikan kuwe gerong sebesar 21,25 kg.
Dari hasil turnamen Berkah III itulah, mancing popping di kalangan mania semakin banyak dikenal. Dan mulai saat itu pula popping semakin marak di kalangan para mania mancing.
Tumbuhnya mancing popping paling tidak menghapus pandangan minus terhadap mania mancing bahwa kegiatan mancing ikan hanya kegiatan malas. Justru sebaliknya bahwa mancing popping adalah mancing yang sarat dengan unsure olahraga.

Popper Mancing Ikan

Popper adalah sejenis umpan buatan (Lure) untuk mancing. Popping adalah teknik mancing ikan dengan umpan tiruan yang berjalan diatas permukaan air, bisa di laut (Salt Water) atau di Air Tawar (Empang/Kolam).

Gagal ingin Popping Salt Water di Pulau Sanghyang, saya mencoba Popper (Fresh Water/Air Tawar)baru yang paketnya saya terima 3 hari yang lalu.

Saya menggunakan jenis Popper Mini (jenis Minnow Vibrate uk.+/- 2,5cm ) dan Mikro Popper (uk. 3cm).

(gbr atas:Mikro Popper, bawah: Popper Minow Vibrate/Poni)

Test Popping saya coba di Kolam Primkokas yang berisi ikan Mujair dan Nila, Gurame dan Patin (mungkin masih ada jika belum dicolong maling).

Pertama kali melontar Popper, memang ikan tidak langsung menyambar, saya harus beberapa kali mencoba belajar cara memainkan popper.

Jika saya perhatikan, saat popper saya lempar, ikan hanya kaget dan diam saja, tetapi jika saya gulung reel dengan perlahan, ikan malah jadi tertarik dan cenderung untuk mengikuti popper kadang sesekali menyambar.

Setelah coba dengan beberapa kali gerakan, akhirnya Popper bisa disergap ikan.
Percobaan Popper Jenis Vibrate warna coklat putih cenderung lebih banyak strike untuk ikan mujair/nila dari pada Mikro Popper warna hijau kuning.


Mancing ikan air tawar dengan Popper, memang cukup asyik juga asal jangan terlalu cepat menggulung reelnya, gulung hanya beberapa kali kemudian biarkan berhenti, jika ikan tidak merespon, gerakkan lagi popper dengan cara menggulung perlahan-lahan. Gerakan ini membuat si Ikan penasaran dan akhirnya menyergap Popper dan Strike.

Besok saya akan mencoba Popper ini di Empang daerah Terate Bojonegara, karena disana ada Empang Mujair dan Ikan Bandeng.

Oke deh, bagi yang tidak mau repot-repot bikin umpan, saatnya punya senjata alternatif menggunakan Popper.

Selamat mencoba.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Search

Memuat...

IKLAN

CLOCK

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Blog Archive

PLEASE TRANSLATE HERE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : AFC

VISITOR

VISITOR FLAG

free counters

Total Tayangan Laman

© 2010 AFRI COLLECTION Blog Pemancing Design by Dzignine
In Collaboration with Edde SandsPingLebanese Girls